Pura - pura Mencintai ato Pura - pura Tidak Mencintai
hmmm,, kayaknya mesti dibahas satu persatu neeh! yg pertama dulu deh! Pura -pura Mencintai. apaan tuh? [sambil memejamkan salah satu mata,, he8x] kondisi ini jelas dialami oleh seseorang yg sedang 'bersama' seorang kekasih. yup, seseorang ini gak mencintai pasangannya tapi dia berpura-pura mencintainya. banyak sebabnya dan banyak variasinya. kondisi pertama, ya karena dari awal memang tak ada cinta tapi terpaksa berpura-pura mencintai. pada tahap selanjutnya, bisa jadi akan belajar mencintai pasangannya atau bahkan tetap bertahan untuk tetap berpura-pura mencintai. kondisi kedua adalah pasangan kekasih yg pada awalnya saling mencintai namun dengan berjalannya waktu cinta itu memudar [oleh banyak alasan dan 'dalih'] tapi karena suatu kondisi yg mengharuskan mereka tetap bersatu maka mereka berpura-pura masih mencintai. ya,ya,ya,,, berpura-pura mencintai adalah tindakan yg sangat menyakitkan bagi dirinya sendiri maupun bagi pasangannya. gak usah dibahas lebih lanjut deh! bagi yg pernah mengalami hal ini,,, tentunya sudah dapat membayangkannya kembali.
trus, apa tuh! Pura-pura Tidak Mencintai. ya, kebalikan dari uraian di atas. sama juga, ada 2 kondisi. yg pertama, dari awal memang sudah cinta [ato saling mencinta] tapi karena ego [ato apalah....] jadi gak mau jujur [pada diri sendiri maupun pada orang yg dicintainya ataupun pada semua orang] bahwa dia telah jatuh cinta. kondisi kedua adalah pasangan kekasih yg sudah berpisah. setelah sekian lama berpisah [salah satu ato bahkan keduanya] ternyata menyadari bahwa sesungguhnya dia masih mencinta dan telah berbuat keliru dengan perpisahan tersebut. so, untuk menyangkal perasaan tersebut maka berpura-puralah untuk tidak mencintai. [bisa juga terjadi di awal perpisahan yaitu bagi yg diputusin.] ngerti gak? bagi yg sudah pernah mengalaminya, pasti ngerti banget. bahkan bisa merasakan kesakitan itu.
so, dari berbagai kondisi di atas. manakah yg paling menyakitkan? ato manakah yang lebih menyakitkan? tentunya bagi setiap orang akan berbeda2 jawabannya. yup, benar. tentunya hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. tapi yg jelas, semuanya pasti menyakitkan. tapi jangan takut. gak semua hal yg berkaitan ama matrix yg namanya cinta akan menyakitkan. yah, subjektif-lah,,, bisa menyakitkan, bisa juga membahagiakan. cinta.. cinta.. susah banget seeh, untuk dimengerti.
catatan: istilah kekasih ato pasangan sangat plural. so, jangan menginterpretasikan secara sempit dan satu sudut pandang saja. be open minded dunk! trus,,, uraian di atas gak membatasi suatu keadaan tertentu. bisa aja, ada kasus2 lain ato kondisi2 lain yg gak tercantum dalam bahasan di atas. so, jangan menghakimi pernyataan diatas sebagai kebenaran atopun sebagai kebodohan. subjektif-lah. namanya juga blog. apalagi tulisan di atas adalah kondisi yg sangat relatif. dan juga tidak berdasarkan ilmu pasti. palagi, yg namanya manusia tuh,,,, selalu berkembang.